• SLIDER-1-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-2-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-3-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

  • SLIDER-4-TITLE-HERE

    Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.[...]

Jumat, 03 Agustus 2012

10 Pasukan Khusus Yang Dimiliki Indonesia

Posted by Tyo on 07.53

Berikut ini adalah 10 jenis pasukan elit yang dimiliki pemerintah kita Indonesia, masing – masing pasukan punya kelebihan dan keterampilan khusus, baik untuk bertahan ataupun untuk kesuksesan misi,
simak berikut ini dan tentukan favorit anda.

1. Korps Brimob:
 
Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.

2. Densus 88 antiteror:
 
Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.

3. Batalyon raider: 

Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:
1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).

4. Kostrad Tontaipur:

  Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.
Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara.
Uji coba pertama bagi Tontaipur adalah operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

5. Phaskhas TNI-AU:
 
Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).

6. Kopaska TNI-AL:

Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.

7. Kopassus TNI-AD:

Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.

8. Sat Gultor 81 Kopassus: 

Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.

9.Indonesian Customs (BEA CUKAI):


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai disingkat DJBC atau bea cukai adalah nama dari sebuah instansi pemerintah yang melayani masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai. Seiring dengan globalisasi bea dan cukai mengenakan istilah CUSTOMS, dipersenjatai untuk menangkal masuk nya barang-barang larangan ke Indonesia!

10. Pasukan Satpol PP!!:

Pasukan Khusus Bongkar – Bongkar
Gaya nya melebihi pasukan elit di atas!

pasukan yang terakhir ini di takuti waria, PKL dan PNS yang doyan keliaran di Pasar pekerjannya yang sePesialis membongkar lapak para pedagang kaki lima menempatkan pasukan pol pp ini menjadi pasukan khusus bongkar membongkar .

Seragam Baru TNI

Posted by Tyo on 07.23

Foto: Seragam Baru TNI

Brigif Linud 17 Kostrad mendapatkan penghormatan, menjadi pasukan AD pertama yang menggunakan Battle Dress Uniform (BDU) terbaru. Warna hijau dari Pakaian Dinas Lapangan (PDL) ini lebih menyatu dengan alam, sehingga memaksimalkan kamuflase pasukan. Motif bercak lorengnya pun lebih halus karena menggunakan pixel/ digital effect. Code dress dan atribut diperbaiki penampilannya mendekati model US Army.

PDL yang baru ini terlihat lebih trendy dan modis. Jika pasukan Indonesia berbaris atau defile memang tidak terlihat ada yang aneh dengan mereka. Namun jika pasukan TNI digabungkan dengan pasukan negara lain, terutama pasukan negara maju, maka loreng/PDL pasukan TNI terlihat sedikit “jadul”, alias jaman dulu.

Rasa gagah dan nyaman dengan pakaian dinas diharapkan akan menambah percaya diri pasukan dalam menjalankan setiap kegiatan/ operasi mereka.

Brigif 17 Kostrad ?
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mengapa Brigif Linud 17 Kostrad yang pertama mendapat BDU baru ?. Keputusan ini bisa saja random. Akan tetapi jika dilihat dari jenjang militer, Kostrad merupakan unsur pasukan lapangan yang paling besar di TNI. Panglima Kostrad dipimpin oleh Jenderal bintang tiga. Sementara Kopassus dan Kodam dipimpin oleh Jenderal berbintang dua.

Kalau pilihannya jatuh ke Kostrad, lalu pasukan mana yang lebih dulu menggunakannya ?. Tentu pasukan yang senior. Dan mereka adalah Linud Kostrad, yang sudah malang melintang di medan pertempuran.

Brigif Linud 17 terdiri dari tiga bataliyon: Yonif Linud 305/Tengkorak (Karawang, Jabar), Yonif Linud 328/Dirgahayu (Cilodong, Kab.Bogor), dan Yonif Linud 330/Tri Dharma (Cicalengka, Kab Bandung). Markas Brigif 17 terletak di Cijantung (Jakarta Timur), satu komplek dengan Mako Kopassus, Yonkav 1 Badak Ceta Cakti/Kostrad, dan Yonkav 7 Panser Khusus/Kodam Jaya.

Brigif Linud 17 Kostrad, telah mencetak jenderal-jenderal ternama, antara lain: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Endriartono Sutarto dan Jenderal (Purn) Feisal Tandjung, Mantan KASAD Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu, Letjen (Purn) Djamari Chaniago, Letjen (Purn) Suaidi Marasabesi, Letjen Purn Prabowo Subianto, Letjen (Purn) Agus Wijoyo, Letjen (Purn) Fachrul Razie, Letjen (Purn), Djadja Suparman, Irjenad Mayjen Geerhan Lentara dan banyak lagi.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghabiskan sebagian karir militernya di Brigif Linud 17/Kostrad diawali dengan menjabat sebagai Danton Pan Yonif Linud 330/Kostrad pada 1974-1976. SBY kemudian dipercaya menduduki kursi Danton Pan Yonif Linud 305/Kostrad tahun 1976-1977, Danton MO 81 Yonif Linud 320, Pasi Ops Mabrigif Linud 17/Kostrad, dan Danki Pan Yonif Linud 330/Kostrad.

Karir puncak Yudhoyono di Brigif Linud 17 adalah pada 1993-1994 saat ia menjabat sebagai Komandan Brigif Linud 17/Kostrad dengan pangkat Kolonel Infanteri.

Selain BDU/ PDL, kelengkapan pasukan juga disempurnakan seperti: ransel tempur, sepatu, decker pelindung lutut, sarung tangan, sarung senjata, perlengkapan minum, komunikasi dan lain sebagainya.

Diharapkan BDU dan perbaikan kelengkapan Linud 17 Kostrad ini, segera merata kepada satuan satuan lain. Untuk mengemat biaya, pergantian perlengkapan ini diharapkan dilakukan saat jatuh tempo pemberian seragam dan kelengkapan baru pasukan.

Yang belum diketahui adalah, apakah Battle Dress Uniform (BDU) terbaru ini akan digunakan oleh seluruh pasukan TNI atau per-angkatan. Sebagian tentara asing telah mengubah PDL mereka berdasarkan Angkatan: Darat, Laut dan Udara.(Jkgr).

Cerita tentang KOPASKA

Posted by Tyo on 07.22

Siapa yang tidak kenal Pasukan Kebanggaan TNI AL itu? Dimana untuk “mengenakan brevetnya” itu seorang anggota TNI AL harus mendaftar untuk selanjutnya mampu mengikuti dan melampaui semua test dari “nol”. Dengan kata
lain harus betul-betul “KUAT-SEGALANYA”.

Sebagai sebuah Satuan Khusus (Special Warfare) TNI AL, KOPASKA secara kuantitatif tidak punya arti apa-apa. la bukan salah satu Unsur dalam jajaran TNI AL, tetapi cuma salah satu Unit, bahkan lebih kecil dari unit-unit dalam jajaran TNI AL secara keseluruhan. Tetapi secara kualitatif KOPASKA adalah Satuan Pemukul Strategis (Band. US Navy SEAL, SBS AL Inggris, dan pasukan elit sejenis di sejumlah negara lain, khususnya Pasukan Katak Italia yang berhasil menghancurkan sekitar 75 Armada AL Inggris di Malta pada Perang Dunia ke-II).

Parameter kualitatif KOPASKA ini dibuktikan dengan Tri-Tugas yang dibebankan ABRI (saat ini TNI) kepada satuan kecil ini, diawal kelahirannya pada tanggal 31 Maret 1962. Dalam Operasi Militer merebut Irian Barat dari tangan Belanda itu, KOPASKA mendapat tugas khusus :

* Pertama, melaksanakan intai pantai Biak (combat reconnai-sance) dan pada hari-H, me-laksanakan penghancuran ha-lang-rintang alam maupun buatan (Belanda) di pantai pendaratan.

* Kedua, melaksanakan serangan komando (commando raid) terhadap sasaran-sasaran di laut dan di pantai pendaratan, termasuk melaksanakan pen-culikan Laksamana Reeser, Panglima Tentara Belanda di Irian Barat.

* Ketiga, melaksanakan peng-hancuran Kapal Induk HMS Karel Doorman dengan serangan Torpedo Berjiwa (human torpedo).

Tritugas ini sesungguhnya adalah sebuah “mission impossible” baik dari segi persiapan maupun pelaksanaannya. Banyak faktor yang tidak diperhitungkan atau yang belum sempat diperhitungkan bermunculan satu demi satu, khususnya mengenai SDM dan logistik tempur serta prosedur standar operasi dalam sebuah operasi ampibi yang melibatkan lebih 100 kapal perang dan belasan ribu pasukan ABRI. Sementara TNI AL baru memiliki beberapa orang yang berkualifikasi Pasukan Katak jebolan UNDER WATER DEMOLITION TEAM UDT US NAVY.

Untunglah, di-bawah koordinasi Mayor Laut O.P. Koesno komandan kapal selam KRI Cakra, berhasil dibentuk satuan yang tadinya dimaksud sebagai pasukan berani mati, melalui tahapan pembentukan Instruction Group yang pada gilirannya membentuk sebuah pasukan elit baru yang diberi nama Komando Pasukan Katak Angkatan Laut Republik Indo-nesia KOPASKA, yang dalam realitas operasionalnya terdiri dari anggota-anggota TNI AL dan Kopassus (RPKAD).

Sementara itu untuk memenuhi kriteria sebuah pasukan katak, maka Kelompok Bantu direkrut dari KPBA (Penyelaman). Demikian halnya dengan Unit Torpedo Berjiwa direkrut dari berbagai satuan dalam jajaran Armada TNI AL dan Kodam 5 Jaya. Dengan bekal itulah KOPASKA lahir ditengah-tengah persiapan TRIKORA pada awal tahun 1962.

Memasuki tahun 2001, KOPASKA sudah jauh berkem-bang. Bahkan berubah secara radikal, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal ini pada satu sisi menunjukkan persepsi dan apresiasi pimpinan TNI AL yang semakin memahami hakikat keberadaan KOPASKA, dibanding 20 tahun lalu. Pada sisi lain karena berbagai kecenderungan perkembangan dan perubahan yang terjadi yang menuntut antisipasi dinamis sesual dengan karakter ancaman dan tantangan baru sebagai konsekuensi logis dan proses globalisasi. Karena itu sangat mengagumkan bahwa ketika dalam tempo yang relatif singkat (1968-2000) bagi sebuah pa-sukan khusus, KOPASKA sudah menjadi bagian integral dari Sistem Senjata Armada Terpadu di dua Komando Armada Ka-wasan, Barat dan Timur. Padahal tiap angkatan hanya melahirkan beberapa “gelintir” anggota saja karena proses “pencetakannya” yang memakan waktu relatif lama dan biayanya cukup mahal. Apalagi karena parameter mental (disiplin, hirarki dan kehormatan militer) digunakan untuk mengu-kur lulus (qualified) tidaknya seorang calon anggota KOPAS-KA, lebih kental ketimbang persoalan fisik semata-mata.

KOPASKA juga sudah mam-pu memenuhi tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka sesuai dengan acuan-acuan yang sedang terus dikembang-kan baik untuk peperangan konvensional maupun inkonven-sional. Anggota-anggotanya bahkan sudah mendapat kesem-patan bergabung dalam satuan-satuan Indonesia dibawah PBB di beberapa negara, seperti Garuda IX/UNIMOG di Irak, Garuda XII/UNTAC di Kamboja, Garuda XIV/UNPROFOR di Bosnia-Herzegovina. Mereka akseptabel dimana-mana, baik dilingkungan TNI AL maupun diluar itu.

Mencermati kelahiran KO-PASKA, maka prajurit berkuali-fikasi KOPASKA sesungguhnya tidak cuma ada di TNI AL, tetapi juga di KOPASSUS. Kerjasama ini sudah terjalin lama. Oleh sebab itu, kelahiran KOPASKA TNI AL yang secara administratif organisatoris ditetapkan pada 31 Maret 1962 dengan Surat Keputusan Menteri / Kepala Staf Angkatan Laut No. 5401.13, sesungguhnya adalah kelahiran Satuan PASKA KOPASUS juga. Dalam pada itu, sejak awal 2001, 3 kompi prajurit KOSTRAD TNI-AD telah menyelesaikan latihan khusus Intelijen Tempur Matra Laut dan Selam Dasar (Scuba) di KOPASKA. Hal ini di satu sisi menunjukkan semakin bertam-bahnya kepercayaan yang diberikan kepada KOPASKA. Disisi lain semakin menambah jumlah personel TNI-AD dengan kualifikasi Intelijen Tempur Matra Laut dan Selam Dasar.

Rangkai-an kerjasama ini ditandai dengan Telegram Panglima TJADUAD (KOSTRAD) No. ST. 037/62 tertanggal 28 April 1962 yang melahirkan Surat Perintah Men/KASAD No. SP 325/1962 dan SK Men/KASAD No. 1301.4 tanggal 7 Mei 1962, yang berlanjut dengan keluarnya Surat Perintah Komandan RPKAD (Kolonel TNI Mungparhadimulya) No. SP 111/S/1962, yang menetapkan sejumlah anggota KOPASKA sebagai Instruktur untuk melatih anggota-anggota RPKAD (KO-PASSUS) yang kemudian mela-kukan tugas di TRIKORA sebagai anggota KOPASKA.
 
 
Foto: Cerita tentang KOPASKA

 Siapa yang tidak kenal Pasukan Kebanggaan TNI AL itu? Dimana untuk “mengenakan brevetnya” itu seorang anggota TNI AL harus mendaftar untuk selanjutnya mampu mengikuti dan melampaui semua test dari “nol”. Dengan kata lain harus betul-betul “KUAT-SEGALANYA”.

Sebagai sebuah Satuan Khusus (Special Warfare) TNI AL, KOPASKA secara kuantitatif tidak punya arti apa-apa. la bukan salah satu Unsur dalam jajaran TNI AL, tetapi cuma salah satu Unit, bahkan lebih kecil dari unit-unit dalam jajaran TNI AL secara keseluruhan. Tetapi secara kualitatif KOPASKA adalah Satuan Pemukul Strategis (Band. US Navy SEAL, SBS AL Inggris, dan pasukan elit sejenis di sejumlah negara lain, khususnya Pasukan Katak Italia yang berhasil menghancurkan sekitar 75 Armada AL Inggris di Malta pada Perang Dunia ke-II).

Parameter kualitatif KOPASKA ini dibuktikan dengan Tri-Tugas yang dibebankan ABRI (saat ini TNI) kepada satuan kecil ini, diawal kelahirannya pada tanggal 31 Maret 1962. Dalam Operasi Militer merebut Irian Barat dari tangan Belanda itu, KOPASKA mendapat tugas khusus :

* Pertama, melaksanakan intai pantai Biak (combat reconnai-sance) dan pada hari-H, me-laksanakan penghancuran ha-lang-rintang alam maupun buatan (Belanda) di pantai pendaratan.

* Kedua, melaksanakan serangan komando (commando raid) terhadap sasaran-sasaran di laut dan di pantai pendaratan, termasuk melaksanakan pen-culikan Laksamana Reeser, Panglima Tentara Belanda di Irian Barat.

* Ketiga, melaksanakan peng-hancuran Kapal Induk HMS Karel Doorman dengan serangan Torpedo Berjiwa (human torpedo).

Tritugas ini sesungguhnya adalah sebuah “mission impossible” baik dari segi persiapan maupun pelaksanaannya. Banyak faktor yang tidak diperhitungkan atau yang belum sempat diperhitungkan bermunculan satu demi satu, khususnya mengenai SDM dan logistik tempur serta prosedur standar operasi dalam sebuah operasi ampibi yang melibatkan lebih 100 kapal perang dan belasan ribu pasukan ABRI. Sementara TNI AL baru memiliki beberapa orang yang berkualifikasi Pasukan Katak jebolan UNDER WATER DEMOLITION TEAM UDT US NAVY.

Untunglah, di-bawah koordinasi Mayor Laut O.P. Koesno komandan kapal selam KRI Cakra, berhasil dibentuk satuan yang tadinya dimaksud sebagai pasukan berani mati, melalui tahapan pembentukan Instruction Group yang pada gilirannya membentuk sebuah pasukan elit baru yang diberi nama Komando Pasukan Katak Angkatan Laut Republik Indo-nesia KOPASKA, yang dalam realitas operasionalnya terdiri dari anggota-anggota TNI AL dan Kopassus (RPKAD).

Sementara itu untuk memenuhi kriteria sebuah pasukan katak, maka Kelompok Bantu direkrut dari KPBA (Penyelaman). Demikian halnya dengan Unit Torpedo Berjiwa direkrut dari berbagai satuan dalam jajaran Armada TNI AL dan Kodam 5 Jaya. Dengan bekal itulah KOPASKA lahir ditengah-tengah persiapan TRIKORA pada awal tahun 1962.

Memasuki tahun 2001, KOPASKA sudah jauh berkem-bang. Bahkan berubah secara radikal, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal ini pada satu sisi menunjukkan persepsi dan apresiasi pimpinan TNI AL yang semakin memahami hakikat keberadaan KOPASKA, dibanding 20 tahun lalu. Pada sisi lain karena berbagai kecenderungan perkembangan dan perubahan yang terjadi yang menuntut antisipasi dinamis sesual dengan karakter ancaman dan tantangan baru sebagai konsekuensi logis dan proses globalisasi. Karena itu sangat mengagumkan bahwa ketika dalam tempo yang relatif singkat (1968-2000) bagi sebuah pa-sukan khusus, KOPASKA sudah menjadi bagian integral dari Sistem Senjata Armada Terpadu di dua Komando Armada Ka-wasan, Barat dan Timur. Padahal tiap angkatan hanya melahirkan beberapa “gelintir” anggota saja karena proses “pencetakannya” yang memakan waktu relatif lama dan biayanya cukup mahal. Apalagi karena parameter mental (disiplin, hirarki dan kehormatan militer) digunakan untuk mengu-kur lulus (qualified) tidaknya seorang calon anggota KOPAS-KA, lebih kental ketimbang persoalan fisik semata-mata.

KOPASKA juga sudah mam-pu memenuhi tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka sesuai dengan acuan-acuan yang sedang terus dikembang-kan baik untuk peperangan konvensional maupun inkonven-sional. Anggota-anggotanya bahkan sudah mendapat kesem-patan bergabung dalam satuan-satuan Indonesia dibawah PBB di beberapa negara, seperti Garuda IX/UNIMOG di Irak, Garuda XII/UNTAC di Kamboja, Garuda XIV/UNPROFOR di Bosnia-Herzegovina. Mereka akseptabel dimana-mana, baik dilingkungan TNI AL maupun diluar itu.

Mencermati kelahiran KO-PASKA, maka prajurit berkuali-fikasi KOPASKA sesungguhnya tidak cuma ada di TNI AL, tetapi juga di KOPASSUS. Kerjasama ini sudah terjalin lama. Oleh sebab itu, kelahiran KOPASKA TNI AL yang secara administratif organisatoris ditetapkan pada 31 Maret 1962 dengan Surat Keputusan Menteri / Kepala Staf Angkatan Laut No. 5401.13, sesungguhnya adalah kelahiran Satuan PASKA KOPASUS juga. Dalam pada itu, sejak awal 2001, 3 kompi prajurit KOSTRAD TNI-AD telah menyelesaikan latihan khusus Intelijen Tempur Matra Laut dan Selam Dasar (Scuba) di KOPASKA. Hal ini di satu sisi menunjukkan semakin bertam-bahnya kepercayaan yang diberikan kepada KOPASKA. Disisi lain semakin menambah jumlah personel TNI-AD dengan kualifikasi Intelijen Tempur Matra Laut dan Selam Dasar. 

Rangkai-an kerjasama ini ditandai dengan Telegram Panglima TJADUAD (KOSTRAD) No. ST. 037/62 tertanggal 28 April 1962 yang melahirkan Surat Perintah Men/KASAD No. SP 325/1962 dan SK Men/KASAD No. 1301.4 tanggal 7 Mei 1962, yang berlanjut dengan keluarnya Surat Perintah Komandan RPKAD (Kolonel TNI Mungparhadimulya) No. SP 111/S/1962, yang menetapkan sejumlah anggota KOPASKA sebagai Instruktur untuk melatih anggota-anggota RPKAD (KO-PASSUS) yang kemudian mela-kukan tugas di TRIKORA sebagai anggota KOPASKA.

Sabtu, 28 Juli 2012

Rakyat Timor Leste Sesali Merdeka

Posted by Tyo on 08.09

Masyarakat Timor Leste Mulai Sesali Perpisahan Dengan NKRI Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Jumat, 24 November 2006
Masyarakat Timor Leste merasa menyesal harus memisahkan diri dengan Negara Kesatuan Repubkil Indonesia (NKRI) melalui referendum

Hidayatullah.com --Sebagian besar masyarakat Timor Leste yang memisahkan diri dengan Negara Kesatuan Repubkil Indonesia (NKRI) melalui referendum mulai menyesali perpisahan tersebut.

"Yang menikmati kemerdekaan Timor Leste hanyalah kelompok tertentu saja, sementara kehidupan mayoritas masyarakat Timor Leste yang tersebar di berbagai pelosok desa kian menderita, ketidakstabilan keamanan terjadi hingga saat ini," kata Ny. Domingos kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Ny. Domingos yang kebetulan datang berkunjung ke Mataram guna menjenguk saudaranya menuturkan kehidupan masyarakat Timor Leste setelah merdeka dibandingkan saat menjadi bagian integral dengan NKRI, sangatlah memprihatinkan.

Sebagian besar penduduk pedesaaan Timor Leste yang hidup di masa integrasi dengan NKRI merasa menyesal, mereka berkeinginan untuk kembali merasakan hidup bebas seperti dulu.

Masyarakat Timor Leste dalam dua tahun terakhir merasakan hidup tidak aman di negaranya sendiri, karena pertikaian antara kelompok, khususnya masyarakat Timor Leste bagian Timur dengan masyarakat Timor Leste bagian Barat hingga saat ini belum reda.

Hampir setiap hari terjadi pertikaian kelompok yang menyebabkan tewasnya sejumlah warga Timor Leste. Suasana itu telah menyebabkan banyak pengusaha dari Indonesia (Jakarta, Surabaya, Kupang dan Atambua) yang terpaksa meninggalkan kota Dili.

Di samping itu, biaya hidup di negara Timor Leste yang baru merdeka tersebut cukup tinggi, harga BBM jenis premium maupun minyak tanah harganya lebih dua kali lipat dari harga yang ada di Indonesia.

Harga eceran premium bisa mencapai 2,5 dolar US atau setara dengan Rp15.000 per liter, demikian juga harga minyak tanah bisa mencapai hampir Rp10.000/liter, sehingga minyak tanah banyak yang didapat dari daerah perbatasan melalui para pelintas batas.

"Kondisi kehidupan mereka yang kian sulit itu menyebabkan sebagian dari mereka sering mengungkapkan rasa penyesalan berpisah dengan NKRI, karena di masa integrasi masyarakat Timor Leste memiliki kehidupan yang lebih baik, padahal tujuan mereka merdeka sebelumnya agar mendapatkan kehidupan yang lebih dibanding sebelumnya," katanya.

Menjawab pertanyaan, Ny. Domingos mengemukakan hingga kini belum ada perubahan pembangunan yang dilakukan pemerintahan Presiden Xanana Gusmao, karena bangunan-bangunan yang terbakar di masa jajak pendapat tahun 1999, tidak satupun yang diperbaiki.

Bangunan peninggalan orang-orang Indonesia tersebut hingga kini masih tampak jelas, tidak ada upaya rehabilitasi, sehingga sekarang situasinya semakin kacau karena di saat terjadi konflik hingga lengsernya Perdana Menteri Mari Al-Katiri beberapa bulan lalu, banyak bangunan yang dibakar sehingga suasana kota Dili kian mencekam.

Kondisi itu banyak mengakibatkan pengusaha yang datang dari Indonesia terpaksa meninggalkan kota-kota di Timor Leste, karena sudah tidak tahan.

Menurut cerita Ny. Domingos, selain mereka terpaksa mengalami kerugian besar karena tempat usahanya banyak yang dijarah pada saat kerusuhan, merekapun tidak tahan menghadapi ganasnya pertikaian antar kelompok yang hingga kini belum bisa diatasi aparat keamanan yang dibantu tentara asing.

"Konflik perang saudara sekarang lebih sadis dibanding saat jajak pendapat dulu, membunuh sesama warga Timor Leste yang berbeda kelompok kerap terjadi, bahkan wanita hamilpun tidak segan-segan dibunuh," katanya.

Fasilitas kesehatan minim

Mengenai fasilitas kesehatan, Ny. Domingos menyatakan rumah sakit peninggalan Pemerintah Indonesia di Bidau itu tidak optimal, karena tenaga dokternya sangat minim dan tidak jarang mereka lari berobat ke Kupang (NTT).

Bagi keluarga yang kurang mampu, tentunya bisa dibayangkan ke mana mereka akan pergi berobat, sedang yang datang berobat ke Kupang itu adalah keluarga yang punya banyak uang.

Sedangkan rumah sakit milik TNI dulu, kini diperuntukkan bagi warga asing yang bertugas di Timor Leste, jadi fasilitas kesehatan masyarakat sangat minim.

Suasana keamanan yang kurang kondusif tersebut diperkirakan kian memanas, sehubungan akan dilangsungkannya Pemilihan Umum tahun 2007.

"Banyak warga Timor Leste yang ingin keluar, tetapi terbatas oleh penjagaan yang kian ketat di daerah perbatasan, demikian juga pengusaha dari Atambua ke Dili kian jarang karena mereka takut," katanya.[ant/cha]

Garuda Pernah alami Perubahan 3 kali

Posted by Tyo on 07.36

Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, Sultan Hamid II diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ia ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M. A. Pellaupessy, Mohammad Natsir, dan RM Ngabehi Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.

Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M. Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Pada tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis. Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali – Garuda Pancasila dan disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.

AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Departemen Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “’tidak berjambul”’ seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes, Jakarta pada 15 Februari 1950.

Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk akhir gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk akhir rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.

Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H. Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah, Pontianak. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan berkas dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara.

Kenapa Burung Garuda menghadap ke barat?
-> karena pada zaman dulu daerah barat adalah daerah yang maju, dengan tujuan agar Indonesia dapat maju seperti daerah barat

Kenapa harus burung ?
-> karena burung di anggap sebagai lambang ksatria dan sangat cocok untuk melambangkan negara kita ini

Apa benar ada burung Garuda ?
-> tidak, namun ada burung yang mirip dengan burung garuda, yaitu elang jawa

Kenapa kaki yang mencengkram pita dari belakang dirubah menjadi depan ?
-> karena jika di cengkram dari belakang di anggap mudah untuk di hempaskan (dijatuhkan) sehingga dirubah menjadi di depan dengan tujuan agar Indonesia tidak gampang untuk di robohkan / di hancurkan.

Biografi Presiden Ir. Soekarno

Posted by Tyo on 07.34

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.


Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.

Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.

Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi".


Detik Detik Kematian Sang Presiden :

Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir.
-
Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.
-
Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.
-
Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.
-
Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu
-
Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.
-
“Pak, Pak, ini Ega…”
-
Senyap.
-
Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.
-
Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar.
-
Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata.
-
Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.
-
Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah.
-
“Hatta.., kau di sini..?”
-
Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur.
-
“Ya, bagaimana keadaanmu, No ?”
-
Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.
-
Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu?
-
Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno.
-
Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.
-
Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.
-
“No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang.
-
Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus.
-
Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.
-
Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka.
Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis.
-
Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.
-
Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi.
-
Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.
-
Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.
-
Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada.
-
Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal.

Awal Permusuhan Yahudi Terhadap Islam

Posted by Tyo on 07.31


Permusuhan Yahudi terhadap Islam sudah terkenal dan ada sejak dahulu kala. Dimulai sejak dakwah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan mungkin juga sebelumnya bahkan sebelum kelahiran beliau. Hal ini mereka lakukan karena khawatir dari pengaruh dakwah islam yang akan menghancurkan impian dan rencana mereka. Namun dewasa ini banyak usaha menciptakan opini bahwa permusuhan yahudi dan islam hanyalah sekedar perebutan tanah dan perbatasan Palestina dan wilayah sekitarnya, bukan permasalahan agama dan sejarah kelam permusuhan yang mengakar dalam diri mereka terhadap agama yang mulia ini.

Padahal pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan eksistensi, bukan persengkataan perbatasan. Musuh-musuh islam dan para pengikutnya yang bodoh terus berupaya membentuk opini bahwa hakekat pertarungan dengan Yahudi adalah sebatas pertarungan memperebutkan wilayah, persoalan pengungsi dan persoalan air. Dan bahwa persengketaan ini bisa berakhir dengan (diciptakannya suasana) hidup berdampingan secara damai, saling tukar pengungsi, perbaikan tingkat hidup masing-masing, penempatan wilayah tinggal mereka secara terpisah-pisah dan mendirikan sebuah Negara sekuler kecil yang lemah dibawah tekanan ujung-ujung tombak zionisme, yang kesemua itu (justeru) menjadi pagar-pagar pengaman bagi Negara zionis. Mereka semua tidak mengerti bahwa pertarungan kita dengan Yahudi adalah pertarungan lama semenjak berdirinya Negara islam diMadinah dibawah kepemimpinan utusan Allah bagi alam semesta yaitu Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam

Demikianlah permusuhan dan usaha mereka merusak Islam sejak berdirinya Negara islam bahkan sejak Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam hijrah ke Madinah sampai saat ini dan akan berlanjut terus. Walaupun tidak tertutup kemungkinan mereka punya usaha dan upaya memberantas islam sejak kelahiran beliau n . hal ini dapat dilihat dalam pernyataan pendeta Buhairoh terhadap Abu Thalib dalam perjalanan dagang bersama beliau diwaktu kecil. Allah Ta’ala telah jelas-jelas menerangkan permusuhan Yahudi dalam firmanNya:

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (Qs. 5:82)

Melihat demikian panjangnya sejarah dan banyaknya bentuk permusuhan Yahudi terhadap Islam dan Negara Islam, maka kami ringkas dalam 3 marhalah;

Marhalah pertama:
Upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah Islam di masa awal perkembangan dakwah islam dan cara mereka dalam hal ini.

Diantara upaya Yahudi dalam menghalangi dakwah Islam di masa-masa awal perkembangannya adalah:

Pemboikotan (embargo) Ekonomi: Kaum muslimin ketika awal perkembangan islam di Madinah sangat lemah perekonomiannya. Kaum muhajirin datang ke Madinah tidak membawa harta mereka dan kaum Anshor yang menolong mereka pun bukanlah pemegang perekonomian Madinah. Oleh karena itu Yahudi menggunakan kesempatan ini untuk menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka dan melakukan embargo ekonomi.

Para pemimpin Yahudi enggan membantu perekonomian kaum muslimin dan ini terjadi ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengutus Abu Bakar menemui para pemimpin Yahudi untuk meminjam dari mereka harta yang digunakan untuk membantu urusan beliau dan berwasiat untuk tidak berkata kasar dan tidak menyakiti mereka bila mereka tidak memberinya. Ketika Abu Bakar masuk Bait Al Midras (tempat ibadah mereka) mendapati mereka sedang berkumpul dipimpin oleh Fanhaash –tokoh besar bani Qainuqa’- yang merupakan salah satu ulama besar mereka didampingi seorang pendeta yahudi bernama Asy-ya’.

Setelah Abu Bakar menyampaikan apa yang dibawanya dan memberikan surat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam kepadanya. Maka ia membaca sampai habis dan berkata: Robb kalian butuh kami bantu! Tidak hanya sampai disini saja, bahkan merekapun enggan menunaikan kewajiban yang harus mereka bayar, seperti hutang, jual beli dan amanah kepada kaum muslimin. Berdalih bahwa hutang, jual beli dan amanah tersebut adanya sebelum islam dan masuknya mereka dalam islam menghapus itu semua. Oleh karena itu Allah berfirman:Di antara Ahli Kitab ada orang yang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaranmereka mengatakan:”Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui. (Qs. 3:75)

Membangkitkan fitnah dan kebencian: Yahudi dalam upaya menghalangi dakwah islam menggunakan upaya menciptakan fitnah dan kebencian antar sesama kaum muslimin yang pernah ada di hati penduduk Madinah dari Aus dan Khodzraj pada masa jahiliyah. Sebagian orang yang baru masuk islam menerima ajakan Yahudi, namun dapat dipadamkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam .

diantaranya adalah kisah yang dibawakan Ibnu Hisyam dalam Siroh Ibnu Hisyam (2/588) ringkas kisahnya: Seorang Yahudi bernama Syaas bin Qais mengutus seorang pemuda Yahudi untuk duduk dan bermajlis bareng dengan kaum Anshor, kemudian mengingatkan mereka tentang kejadian perang Bu’ats hingga terjadi pertengkaran dan mereka keluar membawa senjata-senjata masing-masing. Lalu hal ini sampai pada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. maka beliau shallallahu ’alaihi wa sallam segera berangkat bersama para sahabat muhajirin menemui mereka dan bersabda:
“Wahai kaum muslimin alangkah keterlaluannya kalian, apakah (kalian mengangkat) dakwah jahiliyah padahal aku ada diantara kalian setelah Allah tunjuki kalian kepada Islam dan muliakan kalian, memutus perkara Jahiliyah dan menyelamatkan kalian dari kekufuran dengan Islam serta menyatukan hati-hati kalian.” Lalu mereka sadar ini adalah godaan syetan dan tipu daya musuh mereka, sehingga mereka mengangis dan saling rangkul antara Aus dan Khodzroj. Lalu mereka pergi bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dengan patuh dan taat yang penuh.

Lalu Allah turunkan firmanNya: Katakanlah: ”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan. Katakanlah:”Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan.” Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan. (Qs. 3:99)

Menyebarkan keraguan pada diri kaum muslimin: Orang Yahudi berusaha memasukkan keraguan di hati kaum muslimin yang masih lemah imannya dengan melontarkan syubhat-syubhat yang dapat menggoyahkan kepercayaan mereka terhadap islam. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya: Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): “Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mu’min) kembali (kepada kekafiran). (Qs. 3:72). Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan pernyataan: Ini adalah tipu daya yang mereka inginkan untuk merancukan perkara agama islam kepada orang-orang yang lemah imannya. Mereka sepakat menampakkan keimanan di pagi hari (permulaan siang) dan sholat subuh bersama kaum muslimin. Lalu ketika diakhir siang hari (sore hari) mereka murtad dari agama Islam agar orang-orang bodoh menyatakan bahwa mereka keluat tidak lain karena adanya kekurangan dan aib dalam agama kaum muslimin.

Memata-matai kaum Muslimin: Ibnu Hisyam menjelaskan adanya sejumlah orang Yahudi yang memeluk Islam untuk memata-matai kaum muslimin dan menukilkan berita Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan yang ingin beliau lakukan kepada orang Yahudi dan kaum musyrikin, diantaranya: Sa’ad bin Hanief, Zaid bin Al Lishthi, Nu’maan bin Aufa bin Amru dan Utsmaan bin Aufa serta Rafi’ bin Huraimila’. Untuk menghancurkan tipu daya ini Allah berfirman:Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata:”Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka):”Marilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. (Qs. 3:118-119)

Usaha memfitnah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam: Orang Yahudi tidak pernah henti berusaha memfitnah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, diantaranya adalah kisah yang disampaikan Ibnu Ishaaq bahwa beliau berkata: Ka’ab bin Asad, Ibnu Shaluba, Abdullah bin Shurie dan Syaas bin Qais saling berembuk dan menghasilkan keputusan berangkat menemui Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam untuk memfitnah agama beliau. Lalu mereka menemui Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan berkata: Wahai Muhammad engkau telah tahu kami adalah ulama dan tokoh terhormat serta pemimpin besar Yahudi, Apabila kami mengikutimu maka seluruh Yahudi akan ikut dan tidak akan menyelisihi kami. Sungguh antara kami dan sebagian kaum kami terjadi persengketaan. Apakah boleh kami berhukum kepadamu lalu engkau adili dengan memenangkan kami atas mereka? Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam enggan menerimanya. Lalu turunlah firman Allah: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kemu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati. hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.

Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. (Qs. 5:49)

Semua usaha mereka ini gagal total dihadapan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dan Allah membalas makar mereka ini dengan menimpakan kepada mereka kerendahan dan kehinaan.

Marhalah kedua:
Masa perang senjata antara Yahudi dan Muslimin di zaman Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.

Orang Yahudi tidak cukup hanya membuat keonaran dan fitnah kepada kaum muslimin semata bahkan merekapun menampakkan diri bergabung dengan kaum musyrikin dengan menyatakan permusuhan yang terang-terangan terhadap islam dan kaum muslimin. Namun Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tetap menunggu sampai mereka melanggar dan membatalkan perjanjian yang pernah dibuat diMadinah. Ketika mereka melanggar perjanjian tersebut barulah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan tindakan militer untuk menghadapi mereka dan mengambil beberapa keputusan untuk memberikan pelajaran kepada mereka. Diantara keputusan penting tersebut adalah:

Pengusiran Bani Qainuqa’
Pengusiran bani Al Nadhir
Perang Bani Quraidzoh
Penaklukan kota Khaibar
Setelah terjadinya hal tersebut maka orang Yahudi terusir dari jazirah Arab.

Marhalah ketiga:
Tipu daya dan makar mereka terhadap islam setelah wafat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.

Orang Yahudi memandang tidak mungkin melawan Islam dan kaum muslimin selama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam masih hidup. Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam wafat, orang Yahudi melihat adanya kesempatan untuk membuat makar kembali terhadap Islam dan muslimin. Mereka mulai merencanakan dan menjalankan tipu daya mereka untuk memalingkan kaum muslimin dari agamanya. Namun tentunya mereka lakukan dengan lebih baik dan teliti dibanding sebelumnya. Sebagian target mereka telah terwujud dengan beberapa sebab diantaranya:

Kaum muslimin kehilangan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam.
Orang Yahudi dapat mengambil pelajaran dan pengalaman dari usaha-usaha mereka terdahulu sehingga dapat menambah hebat makar dan tipu daya mereka.
Masuknya sebagian orang Yahudi ke dalam Islam dengan tujuan memata-matai kaum muslimin dan merusak mereka dari dalam tubuh kaum muslimin.
Memang berbicara tentang tipu daya dan makar Yahudi kepada kaum Muslimin sejak wafat Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam hingga kini membutuhkan pembahasan yang panjang sekali. Namun rasanya cukup memberikan 3 contoh kejadian besar dalam sejarah Islam untuk mengungkapkan permasalahan ini. Yaitu:

Fitnah pembunuhan khalifah UtsmanIni adalah awal keberhasilan Yahudi dalam menyusup dan merusak Islam dan kaum muslimin. Tokoh yahudi yang bertanggung jawab terjadinya peristiwa ini adalah Abdullah bin Saba’ yang dikenal dengan Ibnu Sauda’. Kisahnya cukup masyhur dan ditulis dalam kitab-kitab sejarah Islam.

Fitnah Maimun Al Qadaah dan perkembangan sekte Bathiniyah. Keberhasilan Abdullah bin Saba’ membuat fitnah di kalangan kaum Muslimin dan mengajarkan saba’isme membuat orang Yahudi semakin berani. Sehingga belum habis fitnah Sabaiyah mereka sudah memunculkan tipu daya baru yang dipimpin seorang Yahudi bernama Maimun bin Dieshaan Al Qadaah dengan membuat sekte Batiniyah di Kufah tahun 276 H. Imam Al Baghdadi menceritakan: Diatara orang yang membangun sekte Bathiniyah adalah Maimun bin Dieshaan yang dikenal dengan Al Qadaah seorang maula bagi Ja’far bin Muhammad Al Shodiq yang berasal dari daerah Al Ahwaaz dan Muhammad bin Al Husein yang dikenal dengan Dandaan. Mereka berkumpul bersama Maimun Al Qadah di penjara Iraaq lalu membangun sekte Bathiniyah.Tipu daya Yahudi ini terus berjalan dalam bentuk yang beraneka ragam sehingga sekte ini berkembang menjadi banyak sekali sektenya dalam kaum muslimin, sampai-sampai menghalalkan pernikahan sesama mahrom dan hilangnya kewajiban syariat pada seseorang.

Penghancuran kekhilafahan Turki Utsmani ditangan gerakan Masoniyah dan akibat yang ditimbulkan berupa perpecahan kaum muslimin.Orang Yahudi mengetahui sumber kekuatan kaum muslimin adaalh bersatunya mereka dibawah satu kepemimpinan dalam naungan kekhilafahan Islamiyah. Oleh karena mereka segera berusaha keras meruntuhkan kekhilafahan yang ada sejak zaman Khulafa’ Rasyidin sampai berhasil menghapus dan meruntuhkan negara Turki Utsmaniyah. Orang Yahudi memulai konspirasinya dalam meruntuhkan Negara Turki Utsmaniyah pada masa sultan Murad kedua (tahun 834-855H) dan setelah beliau pada masa sultan Muhammad Al Faatih (tahun 855-886H) yang meningal diracun oleh Thobib beliau seorang Yahudi bernama Ya’qub Basya. Demikian juga berhasil membunuh Sultan Sulaiman Al Qanuni (tahun 926-974H) dan para cucunya yang diatur oleh seorang Yahudi bernama Nurbaanu. Konspirasi Yahudi ini terus berlangsung di masa kekhilafahan Utsmaniyah lebih dari 400 tahunan hingga runtuhnya di tangan Mushthofa Ataturk.
Orang Yahudi dalam menjalankan rencana tipu daya mereka menggunakan kekuatan berikut ini:

Yahudi Al Dunamah. Diantara tokohnya adalah Madhaat Basya dan Mushthofa Kamal Ataturk yang memiliki peran besar dan penting dalam penghancuran kekhilafahan Utsmaniyah.
Salibis Eropa yang sangat membenci islam dan kaum muslimin dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan beberapa Negara eropa yaitu Bulgaria, Rumania, Namsa, Prancis, Rusia, Yunani dan Italia.
Organisasi bawah tanah/rahasia, khususnya Masoniyah yang terus berusaha merealisasikan tujuan dan target Zionis.
Usaha-usaha Musthofa Kamal Basya Ataturk dalam menghancurkan kekhilafahan setelah berhasil menyingkirkan sultan Abdulhamid kedua adalah:

Pada awal November 1922 M ia menghapus kesultanan dan membiarkan kekhilafahan
Pada tanggal 18 November 1922M ia mencopot Wahieduddin Muhammad keenam dari kekhilafahan.
Pada Agustus 1923 M ia mendirikan Hizb Al Sya’b Al Jumhuriah (Partai Rakyat Republik) dengan tokoh-tokoh pentingnya kebanyakan dari Yahudi Al Dunamah dan Masoniyah.
Pada tanggal 20 oktober 1923 M Republik Turki diresmikan dan Al Jum’iyah Al Wathoniyah (Organisasi nasional) memilih Musthofa Kamal sebagai presiden Turki.

Pada tanggal 2 Maret 1924 M Kekhilafahan dihapus total.
Demikianlah sempurna sudah keinginan orang-orang Yahudi untuk menjadikan kekhilafahan sebagai Negara sekuler yang dipimpin seorang Yahudi yang berkedok muslim.

Mudah-mudahan ringkas sejarah permusuhan Yahudi ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat menjadi pelajaran bagi kaum muslimin.

style type='text/css'> HTML,BODY{cursor: url("http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/sweden.gif"), auto;}
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Search Site